Angan-Angan Beli Mobil secara Daring

SAAT ini berbagai barang bisa dibeli lewat internet atau dunia maya. Mulai dari baju, buku, hingga makanan bisa dibeli secara daring. Namun, ada satu produk yang tampaknya masih sulit masuk lapak di internet, yakni penjualan mobil.

Padahal, jika membuka laman daring produsen atau diler mobil, kerap kita bisa melihat-lihat jenis mobil dan warnanya. Sayangnya, belum ada yang melengkapinya dengan keranjang belanja, apalagi yang disertai pembayaran di laman secara daring.

Tahun lalu, pola pembelian mobil secara daring sempat dipraktikkan oleh Amazon. com bekerja sama dengan Nissan yang tengah mempromosikan edisi terbatas sedan hatchback Versa Note.

Tercatat ada tiga pembeli yang memesan dan Amazon.com mengantarkan mobil tersebut dengan dibungkus kardus raksasa. Pembeli menyelesaikan transaksi pembayaran dengan diler Nissan terdekat. Di luar itu, transaksi mobil daring terbilang belum pernah terjadi.

Tommy Mc Clung, pemilik situs jual beli mobil daring CarWoo yang sudah tidak aktif lagi semenjak awal
2014, berpendapat peran diler mobil tidak akan tergantikan. Diler mobil memberikan pelayanan jual beli yang tidak dapat disamai oleh laman jual beli daring.

“Diler menjawab pertanyaan pembeli mengenai kendaraan, memberikan testdrive, menyiapkan mobil sebelum dijual, memperbaiki kendaraan, menangani suratmenyurat yang berkaitan dengan kendaraan, dan lainnya,” kata Mc Clung, seperti dikutip BBC, Rabu (19/2).

Dia juga menambahkan, laman daring dapat menjadi penghubung antara pembeli dan diler, tapi fungsi diler yang sesungguhnya tidak bisa dan tidak seharusnya ditiadakan. Frank Kemper, salah seorang pengguna Quora, situs tanya jawab tentang membeli mobil daring, sependapat dengan Mc Clung.

Konsumen menghabiskan banyak uang untuk membeli kendaraan. Tentunya mereka menginginkan ada diler terdekat yang bisa menjaga mobil yang dibeli tetap berjalan dengan baik. Adapun pendiri jaringan sosial otomotif CarMooch, George Skentzos, menilai bukan tidak mungkin pabrikan menjual produk kendaraan bermotor secara daring.

Meski begitu, langkah itu akan mengebiri para diler yang selama ini memberi dukungan sarana dan prasarana penjualan. Di era ketika mobil sudah hampir mampu berjalan secara otomatis seperti masa sekarang, konsumen mungkin sudah siap membeli mobil secara daring.

Sebaliknya, struktur industri yang menancapkan peran diler dalam menangani segala aktivitas pembelian mobil belum tergantikan. Setidaknya, sampai beberapa tahun mendatang. Konsumen harap bersabar. (*/BBC/E-1/ Media Indonesia, 22/02/2014)

This entry was posted in Otomotif and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *