Ekspor Avanza Rambah 7 Negara Baru di Timur Tengah

Tujuh negara baru tujuan ekspor ialah Arab Saudi, Oman, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Yaman. Sebelumnya, ekspor sudah dilakukan ke negara-negara seperti Yordania, Libanon, dan Suriah.
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) bersama PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memperluas ekspansi ekspor MPV (multipurpose vehicle) Avanza di Timur Tengah.

Sebanyak tujuh negara baru siap menerima kedatangan produk mobil `sejuta umat’ itu.
“Ekspansi Avanza melengkapi upaya Toyota untuk melengkapi ekspor untuk negara-negara Timur Tengah.
Banyak yang disiapkan agar mobil Avanza layak masuk pasar global,“ ujar Direktur TMMIN I Made Dana Tangkas saat peluncuran ekspor Avanza di Vehicle Logistic Center (VLC) Daihatsu di Jakarta, kemarin.
Sebanyak 5.000 unit CBU Avanza akan diekspor ke Timur Tengah selama 2014.

Tujuh negara baru tujuan ekspor itu ialah Arab Saudi, Oman, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Yaman.
Sebelumnya, ekspor Avanza ke Timur Tengah sudah dilakukan ke negara-negara seperti Yordania, Libanon, dan Suriah.
Dana mengakui besarnya permintaan dari Timur Tengah, salah satunya, disebabkan kesamaan sebagai negara muslim. Selain itu, kebutuhan di sana menyasar jenis mobil keluarga yang berkapasitas besar.

“Kegiatan ekspor ke Timur Tengah sangat penting dan kompetitif. Timur Tengah malah meminta produk dari Indonesia dan jika dibandingkan dengan negara Asia lainnya mereka prefer ke Indonesia,“ kata dia.

Sejak produksi perdana akhir 2013 hingga Mei 2014, ADM sendiri telah memproduksi Avanza sebanyak 1.394.954 unit.
Sebanyak 1.183.867 unit untuk kebutuhan pasar domestik dan 211.087 unit diekspor ke 44 negara yang tersebar di Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin. Direktur Marketing ADM Amelia Tjandra mengatakan tahun ini memasuki tahun kesepuluh penjualan Avanza dan Xenia di saat keduanya diproduksi bersama di pabrikan Daihatsu.
Lebih jauh, Dana mengungkapkan Toyota terus berupaya memperbesar kontribusi ekspor terhadap total penjualan kendaraan.

Secara umum, saat ini sekitar 45% produk TMMIN sudah diekspor, sedangkan sekitar 55% untuk memenuhi kebutuhan domestik. Adapun kapasitas produksi dalam setahun mencapai sekitar 250 ribu unit.
“Kira-kira tahun ini kita belum fifty-fifty, tahun depanlah. Ekspor akan berkembang terus. Kalau meningkat angkanya bisa 130 ribuan ini bisa mengarah ke fifty-fifty,“ tuturnya. (Wib/Xan/E-4) – Media Indonesia, 17/06/2014, halaman 19

This entry was posted in Otomotif and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *