Mazda : Bikin Museum untuk CSR

BEGITU memasuki lantai satu Museum Mazda di Hiroshima, Jepang, pandangan pengunjung langsung tertumbuk pada deretan mobil produksi Mazda. Mobil yang dipamerkan mulai dari produksi 1920-an berupa truk roda tiga hingga tahun 2000-an berupa mobil ramah lingkungan. Di sisi lain museum, tampak puluhan orang, mayoritas pelajar Jepang, duduk pada deretan kursi seraya menghadap layar yang memutar film sepanjang 10 menit tentang sejarah perusahaan mobil Mazda.

“Museum bagi kami lebih merupakan corporate social responsibility (CSR) untuk memberikan pemahaman kepada pengunjung, terutama pelajar, tentang sejarah dan teknologi,” ujar Senior Manager Marketing PT Mazda Indonesia Astrid Ariani seperti dilaporkan wartawan Media Indonesia Usman Kansong dari Hiroshima, Jepang, kemarin.Astrid membawa rombongan wartawan dari Indonesia mengunjungi museum itu.

Tentang sejarah, perusahaan pembuat mobil yang didirikan Jujiro Matsuda itu memang tidak bisa dilepaskan dari sejarah Jepang, bahkan dunia. Ketika Amerika menjatuhkan bom di Hiroshima pada 6 Agustus 1945, pabrik Mazda yang berdiri pada 1920-an luluh lantak, tetapi bangkit kembali mewarnai industri otomotif dunia hingga kini. `Dari Hiroshima untuk dunia’,’ begitu kalimat penutup film yang diputar buat pengunjung.

Museum Mazda baru mulai dibuka pada 1994. Museum terletak di pusat pembuatan mobil Mazda di Hiroshima.Kemudian, pada 2005, museum tersebut sempat mengalami renovasi. Terkait dengan teknologi, museum itu memamerkan berbagai teknologi permesinan otomotif serta teknologi desain interior dan eksterior di lantai 2.

Yang paling menarik barangkali teknologi mesin rotari dan teknologi desain eksterior. Pengunjung bisa menyaksikan langsung mesin rotari itu bekerja.Teknologi mesin terbaru Mazda dewasa ini disebut skyactive. Bahkan, pengunjung bisa menyaksikan model desain eksterior. Bila perusahaan mobil lain membuat desain hanya dengan gambar komputer, Mazda membuat desain dengan model sungguhan dari tanah liat.

Dengan memamerkan teknologi itu, pengunjung diharapkan bisa mengetahui dan memahami teknologi otomotif. Syukursyukur, museum bisa menginspirasi pengunjung, terutama pelajar, dalam mengembangkan teknologi.Citra positif Senada dengan Astrid, ASEAN Market Operation Departement Mazda, Miyuki Oda, menambahkan, museum pertama-tama bertujuan mendokumentasikan sejarah perusahaan dan produksinya, sehingga pengunjung bisa memetik pengetahuan dan pelajaran darinya. “Anda lihat mayoritas pengunjung ialah pelajar yang bisa belajar sejarah dan teknologi produksi kami,” ujarnya.

Namun, bagi Miyuki, spirit CSR tersebut diharapkan menerbitkan pula citra positif perusahaan yang berujung pada meningkatnya kinerja perusahaan. “Kami berharap setelah mengunjungi museum, orang punya citra positif terhadap Mazda.Syukur-syukur, mereka kemudian berminat untuk membeli mobil kami,“ pungkas Miyuki. (H-2) Media Indonesia, 19/08/2014,halaman 15

This entry was posted in Otomotif and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *