Daihatsu Pacu Kendaraan Komersial

PROSPEK bagus yang dimiliki segmen kendaraan komersial, yang terutama didorong membaiknya perekonomian Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, memacu Daihatsu untuk meningkatkan penetrasi di segmen tersebut.
Dengan prediksi bahwa perekonomian Indonesia pasca-Pemilu 2014 akan terus membaik, Daihatsu cukup yakin potensi pasar kendaraan penumpang ataupun komersial akan terkerek.

Berdasarkan catatan Bank Indonesia, pertumbuhan kredit kuartal 1 2014 berada di kisaran 20%21%, yang ditopang permintaan domestik khususnya kredit investasi dan modal kerja. Pertumbuhan kredit sebesar itu merupakan potret bergeraknya ekonomi khususnya sektor riil dan UMKM, bahkan di tengah banyaknya negara berkembang lain yang mengalami kesulitan tumbuh.

Niat memperluas penetrasi di segmen komersial itu makin diperkuat dengan fakta penjualan Gran Max, andalan Daihatsu di pasar komersial (pikap), yang terus meningkat hingga semester I 2014 ini.

“Dengan pertumbuhan ekonomi negara yang terus membaik, terutama di sektor riil dan UMKM, kendaraan komersial tentu akan terus berkembang. Ini menjadi peluang bagi penjualan mobil Daihatsu,“ ujar Chief Operation Officer PT Astra International Tbk¬Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Toto Suryana Wijaya dalam rilisnya yang diterima Media Indonesia, kemarin. Andalkan Gran Max Saat ini, Gran Max dengan dua varian yang dimiliki, pikap dan minibus, ma sih menjadi penyumbang penjualan terbesar bagi Daihatsu dengan kontribusi sebesar 34,5%. Toto menyebut Gran Max diburu konsumen karena selain irit bahan bakar dan bertenaga, juga memiliki kapasitas ruang yang besar. Gran Max banyak dipilih terutama untuk tujuan komersial seperti angkutan umum, katering, dan jasa angkut lainnya.

Karena itu, jelas Toto, tidak mengherankan bila penjualan Gran Max jenis pikap jauh lebih tinggi ketimbang Gran Max minibus.Penjualannya juga terus melonjak. Pada 2012, Gran Max pikap mencetak penjualan 36.706 unit, tahun berikutnya naik menjadi 43.293 unit. Tahun ini diperkirakan jumlahnya di atas 46.000 unit, sebab dalam paruh pertama tahun ini sudah terjual 23.019 unit.

“Peningkatan penjualan Gran Max sangat mengesankan. Ini menunjukkan kualitas mobil Daihatsu tetap dipercaya masyarakat,“ kata Toto.

Pangsa pasar Gran Max di segmen pickup low juga terus menduduki peringkat teratas. Pada 2012 lalu, Gran Max pikap meraih pangsa pasar 33,06%, naik menjadi 35,43% di 2013. Adapun pada semester I 2014 pangsanya naik lagi menjadi 36,52% dengan meninggalkan para pesaingnya seperti T120SS (19,58%) dan Carry (10,98%).

Secara umum, menurut Head of Marketing and CS Division PT AI-DSO Hendrayadi Lastiyoso, dengan kepercayaan konsumen yang cukup tinggi, Daihatsu masih bisa bertahan di urutan kedua penjualan otomotif nasional.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor di Indonesia (Gaikindo), pada semester pertama 2014 dengan total penjualan otomotif nasional sebanyak 563.950 unit, Daihatsu tetap menduduki posisi kedua dengan penjualan 86.612 unit atau pangsa pasar 15,3%.(Pun/S-3) Media Indonesia, 4/09/2014, hal 22

This entry was posted in Otomotif and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *