Menguji Dua Kepribadian Mazda2

PT Mazda Motor Indonesia (MMI) menggelar `All New Mazda2 Beyond Excitement’ yang memberikan kesempatan para jurnalis otomotif mencoba hatchback terbaru Mazda2 di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, pada Rabu (10/12).
Kegiatan test drive dibagi dalam tiga sesi, yaitu citydrive ground untuk mewakili kondisi berkendara di dalam perkotaan, thrill track untuk berkendara kecepatan tinggi, dan unexpected ride untuk unjuk kemampuan kendaraan kompak itu pada pengendaraan ekstrem.

Media Indonesia mendapat giliran pertama merasakan thrill track di atas sirkuit sebanyak dua lap. Menurut pihak MMI, sesi itu ditujukan untuk memperlihatkan berbagai kelebihan dan keunggulan Mazda2 dengan teknologi SkyActiv-nya.
Kendaraan itu kini menyandang mesin SkyActiv-G 1.5 liter DOHC 16 Valve dengan Dual S-VT (Sequential Valve Timing) dan ETC (Electronic Throttle Control) plus Direct Injection. Output yang dihasilkan 115 hp pada 6.000 rpm dengan torsi maksimal 148 Nm pada 4.000 rpm.

Lap pertama berupa orientasi lintasan dengan sejumlah rintangan yang harus dihindari. Rintangan berupa deretan konus dengan berbagai konfigurasi itu membentuk lintasan zig-zag yang memiliki `celah’ lumayan sempit untuk dilalui, terutama pada kecepatan tinggi. Menapaki lantai Sirkuit Sentul dalam mode normal (D) dengan kecepatan terukur, hatchback itu terasa biasa saja, layaknya mobil sejenis di kelasnya. Setirnya amat ringan untuk membantu pengemudi bermanuver serta didukung suspensi yang `kekenyalannya’ di atas rata-rata.

Saat memasuki lap kedua, tuas di bawah tongkat transmisi kami colek untuk mengaktifkan mode sport. Hatchback yang tadinya cukup kalem mendadak berubah kepribadian. Akselerasinya lebih spontan dengan napas lebih panjang dan memacu kendaraan bergerak mendekati limit kecepatan.

Saat menjelang rintangan zig-zag kami menekan pedal rem, transmisinya terasa sekali melakukan bantuan engine brake.Anehnya, saat kami keluar rintangan dan mengambil tikungan panjang sambil kembali membenamkan pedal gas, gigi transmisinya tidak segera beranjak naik.

Setelah lepas dari tikungan dan berjalan lurus, barulah gigi transmisi Mazda2 beranjak dari posisinya. Namun, perpindahannya berada di rentang rpm yang sangat tinggi dengan perpindahan cukup cepat dan berkesan `galak’. Kami mencurigai teknologi transmisi otomatis itu menganut dual clutch alias kopling ganda.

“Transmisi otomatis pakai kopling jenis torque converter, cuma ukurannya lebih besar. Pada gigi satu, pengunci koplingnya tidak mengunci penuh, hanya sekitar 95 persen, untuk menyisakan sedikit selip. Namun, di gigi berikutnya, lock up mengunci 100 persen sehingga tenaga mesin sepenuhnya tersalur dan terasa seperti kopling ganda,“ jelas Product Planning Expert MMI Bonar Pakpahan di sela-sela acara.Beringas Soal karakter performa All New Mazda2 yang menjadi lebih agresif, Bonar mengatakan ketika mode sport diaktifkan seluruh sistem menyesuaikan diri melalui input dari berbagai sensor, termasuk sensor kelurusan roda kemudi.

Pantas saja jika karakter kendaraan itu bisa berubah total seperti makhluk yang terbebas dari belenggu yang membatasi potensinya. Seolah-olah mobil itu menegaskan kepada kami kalau ia tidak hanya bisa irit bahan bakar, ramah lingkungan, dan bla bla bla, “Tetapi juga bisa menjadi beringas ketika Anda membutuhkan hal itu!“ Meski demikian, All New Mazda2 tidak spontan menjadi liar karena sejatinya seperti dikatakan Presiden Direktur MMI Keizo Okue, Mazda dibuat untuk bisa menyatu dengan pengemudi. Istilah berkuda dalam bahasa Jepang disebut `Jimba-Ittai’.

Saat masuk ke sesi citydrive ground, kami berkesempatan mencoba fitur i-Stop yang mematikan mesin ketika kendaraan berhenti lebih dari 3 detik untuk menghemat bahan bakar, serta kemampuan suspensi SkyActiv-Chassis melewati deretan gundukan speed trap (polisi tidur).

Yang terakhir, kami merasakan smart city brake support (SCBS), yaitu sistem kesela matan aktif yang mampu mengaktif kan rem secara otomatis ketika ken daraan mendekati objek di depannya dengan jarak yang kurang aman.
Pada sesi unexpected ride, para jurnalis menjajal sensasi yang le bih seru sebagai penumpang Mazda2 yang dikemudikan pembalap profesional dengan manuver-manuver ekstrem diselingi aksi drifting. (Cdx/S-2) Media Indonesia, 18/12/2014 halaman 23

This entry was posted in Otomotif and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *