Keberhasilan Kepolisian Menangkap Gembong Curanmor dan Perampok Bersenjata di Pekanbaru

Gembong Curanmor Disikat Polisi
Polres Bukittinggi bersama Polres Padang Panjang serta dua polsek di Pekanbaru, berhasil membekuk gembong pencurian sepeda motor, CN (28). CN diduga menjadi otak pencurian 180 unit mobil di Sumatra Barat dan Riau.

Penangkapan pelaku terjadi Sabtu lalu(5/10). Dia ditangkap di rumahnya di Pasar Bawah, Pekanbaru. “Dari rumahnya itu berhasil diamankan barang bukti satu unit mobil Avanza hitam, ” ujar Kapolres Bukittinggi AKBP Amirjan, didampingi Kasat Reskrim AKP Frangky, Senin kemarin(7/10).

Dari pemeriksaan lebih mendalam, akhirnya diketahui komplotan yang diketuai CN ini telah beroperasi di Sumbar dan Riau. Mereka telah mencuri 180 unit mobil.

Dengan tertangkapnya CN, maka sudah lima orang anggota komplotan ini diringkus polisi. Ke empat anggota komplotan ini dicokok di tiga Polres di Sumbar, Polres Padang Panjang, Polres Payakumbuh dan Polres Bukittinggi.

Sementara barang bukti yang baru bisa diamankan adalah sebanyak 3 Avanza, 3 truk dan 1 Escudo. Petugas juga menemukam komponen mobil yang telah dibongkar sebanyak satu truk di Padang Panjang. Menurut AKBP Amirjan, saat ini polisi masih memburu belasan lain anggota jaringan ini. Diperkirakan jumlah anggota curanmor tersebut mencapai 17 orang.

Lima Perampok Bersenjata di Pekanbaru Berhasil Diringkus
Jajaran Polresta Pekanbaru berhasil menangkap lima pelaku perampokan bersenjata di Pekanbaru. Bersama mereka berhasil disita satu pucuk senjata api dengan lima butir peluru. Kelima tersangka berinsial JA, AM, RH, DP, dan YD. Mereka biasa beroperasi lintas provinsi.

Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya, Dedy Suryadi, Senin(7/10) menyebutkan, penangkap mereka berawal dari pengembangan kasus perampokan di sebuah pasar swalayan di Jalan Kuala, Pekanbaru, pada 5 Oktober lalu.

Disebutkan, JA alias Junai, warga asal Provinsi Jambi, merupakan ketua dari komplotan itu. JA juga masuk daftar pencarian orang (DPO) Polres Muaro Jambi karena kabur dari tahanan. “Dari tangan JA inilah disita satu pucuk senjata api berupa pistol rakitan,” kata Dedy Suryadi.

Menurut keterangan tersangka, JA membeli senjata api rakitan dari Sumatera Selatan. JA memiliki jaringan perampok lintas provinsi dan jaringan jual beli senjata dari daerah itu.

Komplotan ini mengaku baru satu kali beraksi di Kota Pekanbaru sebelum akhirnya diringkus oleh polisi. Namun, kuat dugaan komplotan itu pernah lima kali melakukan pencurian kendaraan bermotor di Kabupaten Kampar dan Pelalawan, Riau.

Saat ini polisi masih memburu anggota komplotan itu. Dari tersangka yang sudah ditangkap, masih ada satu tersangka lainnya, yakni Ei.

Sumber : zamrudtv.com

This entry was posted in Kriminal and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *