Riau Tourism Board Tuntaskan 440 Iven Pariwisata

Riau Tourism Board (RTB) selama tahun 2013 telah menuntaskan program 440 iven pariwisata di Riau. 140 iven itu digelar di Kota Pekanbaru. Sedangkan sisanya digelar di 11 Kabupaten. Kota di Riau.
Hal ini diungkapkan Ketua RTB, H. Fadlah SUlaiman SH MM pada acara evaluasi kinerja RTB 2013 di Hotel Furaya, Sabtu (28/12). Hadir pada kesempatan itu Ketua PHRI Riau Drs Ondik Sukmara Msc, travel agency Osvian Putera dan akademisi sekolah tinggi pariwisata Ryono GT MM.

“Kita bersyukur mampu melaksanakan program sesuai target yang kita tetapkan,” ujar Fadlah di hadapan peserta diskusi. Pada kesempatan itu Fadlah memaparkan kegiatan di tahun 2013, diantaranya meningkatkan citra pariwisata Riau antara lain dengan menggelar seminar dan sosialisasi berbagai potensi pariwisata di Riau.
RTB juga turut berperan mensosialisasikan master plan pengembangan Surving Bono Sungai Kampar di Hotel Grand Central 20 JUni 2013 lalu.

Selain upaya lewat seminar dan sosialisasi RTB, lanjutnya juga melakukan aksi turun langsun mempromosikan wisata Riau ke luar negeri. Misalnya mengikuti JATA Travel dan Showcase 2013 di Tokyo 12-15 September 2013. Pada kesempatan tersebut, stand RTB cukup ramai dikunjungi oleh ara peminat pameran. Kedua, menyiapkan bahan-bahan promosi yang mudah didapat dan informatif. RTB juga menerbitkan buku Visit Riau 2013 yang memuat iven-iven wisata, objek wisata, info hotel, kuliner dan restoran.
Buku itu juga memuat informasi soal outlet wisata, info transportasi, penerbangan, travel agen, pendidikan, kesehatan dan aneka paket wisata yang ada di Riau.

RTB juga menerbitkan brosur wisata Riau (dalam bahasa Inggris – Jepang). Tak ketinggalan juga leaflet panduan perjalanan ke kabupaten/ kota se Riau. Leaflet ini berisi informasi bagaimana menuju ke masing-masing 12 kabupaten/ kota se Riau. dengan transportasi apa, biaya yang diperlukan serta info objek wisata menari yang dapat dikunjungi. Kemudian, membuat peta wisata Kota Pekanbaru. Lalu, membuat website RTB yakni www.riautourism.co dan bersinergi dengan majalah Venus.

Sementara itu dalam diskusi yang berkembang ketua PHRI Riau, Ondik Sukmara menyarankan agar yang paling penting dibenahi dulu adalah infrastruktur menuju objek wisata, rehabilitasi objek wisata, sumber daya manusia pariwisata dan baru terakhir promosi wisata.
“Yang lebih penting adalah produk yang mau dijual itu memang layak atau tidak. Kalau tidak, nanti pelancong malah kapok dan tak mau berkunjung lagi,” ujarnya.

Sumber Media Cetak : Riau Pos, 29 Desember 2013, Halaman 5

This entry was posted in Pariwisata and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *