Menaklukkan Ombak di Sungai Kampar Riau

BILA biasanya hanya terdapat di lautan, kini ombak setinggi 6 meter bisa ditemukan di Sungai Kampar di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Fenomena ombak yang dinamakan gelombang Bono itu kerap dimanfaatkan untuk berselancar.

Benturan antara kecepatan air Sungai Kampar yang bermuara di Laut China Selatan dan arus dari Selat Malaka menyebabkan munculnya gelombang atau ombak tersebut. Gelombang itu akan menjadi lebih besar lagi jika air laut mengalami pasang besar saat purnama diiringi hujan deras di hulu Sungai Kampar.

Derasnya arus sungai akibat hujan akan berbenturan dengan derasnya pasang air laut yang masuk ke Kuala Kampar. Terjadinya gelombang Bono akan ditandai dengan bunyi gemuruh air. Bunyi gemuruh akan makin riuh diiringi dengan besarnya gelombang ombak Bono dengan kecepatan mencapai 40 km/jam.

Puncak gelombang Bono terjadi di November hingga Februari setiap tahunnya. Bagi Anda yang belum mahir berselancar, jangan cobacoba menaklukkan gelombang Bono. Sebab, gelombang Bono tidak hanya berupa air, tetapi air yang bercampur dengan lumpur dasar sungai sehingga akan membuat air lebih berat dan berwarna pekat kecokelatan.

Tempat ini bisa dicapai melalui Pekanbaru menuju Pangkalan Kerinci, ibu kota Kabupaten Pelalawan, lewat jalur darat sepanjang 70 km atau 1,5 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum. Lalu, Anda bisa melanjutkan dengan mobil sewaan menuju Teluk Meranti dengan lama perjalanan 4 jam. (Berbagai sumber/*/S-5) Media Indonesia, 14 Juli 2014, Halaman 24

This entry was posted in Pariwisata and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *