Kabut Asap Selimuti Kota Pekanbaru dan Dua Penerbangan Tertunda

Rental Mobil Pekanbaru News – Setelah sempat cerah pada Rabu pagi(26/6), Kota Pekanbaru pada Kamis pagi(27/6) kembali diselimuti kabut asap. Jarak pandang di dalam Kota Pekanbaru juga jauh berkurang dari hari sebelumnya.

Koordinator Lapangan TMC BPPT Erwin Mulyana, seperti dikutip Tribun, Kamis(27/6) tidak bisa memastikan, apakah kabut yang menyelimuti Kota Pekanbaru sekarang ini berasal dari kabut asap pembakaran lahan atau awan tebal dari penyemaian hujan buatan.

Hal itu disebabkan, karena dari pantauan dari citra Satelit NOAA, titik api di Riau sendiri sudah jauh berkurang. Pada selasa, titik api hanya terpantau 53 titik dari 156 titik sebelumnya, dan pada Rabu sore, titik api tinggal 6 titik.

“Kalau jumlah titik api memang ada penurunan dari hari sebelumnya 156 menjadi 53. Makanya ada kemungkinan terjadinya kabut gelap ini disebabkan awan,”ujar Erwin Mulyana.

Pihak BPPT sendiri mengklaim, penyemaian awan untuk hujan buatan sudah berhasil dilakukan. Jika pada Selasa, hujan turun di enam daerah, pada Rabu sore, hujan turun di daerah Minas dan daerah lain. Di Kota Pekanbaru sendiri, pada Rabu sore hanya terjadi gerimis beberapa menit.

Kabut Asap Kembali Tebal, Dua Penerbangan Tertunda
Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, pada Kamis pagi(27/6) kembali terganggu. Pasalnya, jarak pandang pada pukul 08.00 hanya berkisar 300 meter. Kondisi ini jelas membahayakan bagi pesawat untuk mendarat.

Air Duty Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Ibnu Hasan mengatakan, sejak operasional bandara dibuka pukul 05.00 WIB, jarak pandang di landasan pacu sangat terbatas. Jarak pandang hanya berkisar 300 – 500 meter.

Akibat terbatasnya jarak pandang pada pagi itu, dua maskapai Mandala dari Jakarta dan Air Asia dari Bandung terpaksa menunda keberangkatannya dari bandara asal. Sementara itu, dua penerbangan yang berangkat pada pukul 06.30 dari Bandara SSK II tetap berjalan sesuai skedul. Pasalnya, dua maskapai itu, Lion dan Garuda, pesawatnya sudah bermalam di bandara.

Menurut Ibnu Hasan, untuk keberangkatan, jarak pandang terbatas tidak menjadi masalah. (sumber:zamrudtv.com)

This entry was posted in Peristiwa & Informasi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *