Program Kearifan Lokal Masih Minim di Media Penyiaran Lokal

Sebagian besar media penyiaran lokal, televisi dan radio di Riau, dinilai masih minim memuat kearifan lokal Provinsi Riau. Hal ini disebabkan terkendala kurangnya sumber daya manusia kreatif khususnya menguasai budaya lokal.

“Padahal kearifan lokal bisa dijadikan dasar untuk pengambilan kebijakan pada level lokal, termasuk kearifan budaya lokal,” kata Praktisi radio dan televisi lokal di Riau, Dian Citra Andriani SE, di Pekanbaru seperti dikutip Antara, Selasa(22/10).

Menurut Dian, kearifan budaya lokal sendiri adalah pengetahuan lokal yang sudah sedemikian menyatu dengan sistem kepercayaan, norma, dan budaya serta diekspresikan dalam tradisi dan mitos yang dianut dalam jangka waktu yang lama.

Kearifan lokal yang perlu dimuat televisi lokal dan radio lokal, katanya lagi, tentunya berkaitan dengan kebiasaan masyarakat atau potensi yang tepat untuk mendorong percepatan pembangunan di daerah tersebut.

“Berbagai program pembangunan di daerah ini bisa diukung oleh televisi dan radio lokal selain mengandalkan iklan dan kerjasama dari pemerintah daerah juga melalui program lokal yang berkualitas itu,” katanya.

Masih minimnya muatan kearifan lokal dimuat oleh media lokal daerah ini katanya lagi, karena kurangnya pengetahuan sumber daya manusia tentang budaya lokal Riau, padahal jika menggarap program lokal dapat mendatangkan sponsor yang berkualitas.

Dian memandang bahwa pemilik media penyiaran tidak memiliki modal yang cukup untuk membangun televisi dan radio, sehingga tidak mampu untuk membuat program berkualitas karena harus mengeluarkan banyak anggaran.

Sumber : ant/tim/zamrudtv.com

This entry was posted in Peristiwa & Informasi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *