KPID Riau Desak Pemda Perbatasan Bangun Lembaga Penyiaran

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Riau (KPID Riau) mendesak pemerintah daerah di perbatasan Malaysia dan Singapura, membangun lembaga penyiaran. Hal itu untuk menetralisir maraknya siaran dari negeri tetangga yang masuk ke daerah Riau.

Ketua KPID Riau Zainul Ikhwan menyebutkan, dari pantauan analisis frekwensi di Bengkalis, dari 64 siaran radio yang ditangkap di Bengkalis, hanya 10 siaran dari Indonesia. Selebihnya dari luar. Kondisi ini jelas sangat memprihatinkan.

Untuk itu, KPID Riau sedang gencar menggerakan gerakan Keluarga Cinta Siaran Indonesia (KCSI) di kota dan kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Selain itu, KPID Riau mendorong pemerintah setempat ikut membangun dan mendorong lahirnya lembaga penyiaran yang baru, baik untuk radio maupun televisi.

KPID Riau Ajak Masyarakat Bengkalis Cinta Siaran Indonesia
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau, melakukan gerakan Keluarga Cinta Siaran Indonesia (KCSI) di Bengkalis. Gerakan KCSI ini merupakan gerakan untuk memperkokoh nasionalisme bangsa di daerah perbatasan dengan Malaysia dan Singapura.

Komisioner KPID Riau Alnofrizal, Rabu(20/11) di Bengkalis menyebutkan, KCSI diadakan di lima daerah, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Rokan Hilir, Indragiri Hilir dan Kota Dumai. Dengan gerakan Keluarga Cinta Siaran Indonesia, KPID berharap masyarakat di perbatasan lebih mencintai siaran Indonesia.

Menurut Alnofrizal, saat ini di Bengkalis dari data pengukuran frekuensi, ada sekitar 64 siaran radio yang masuk. Dari 64 siaran itu, hanya sekitar 10 siaran Indonesia. Selebihnya, siaran dari Malaysia. Begitu juga dengan siaran televisi, lebih banyak siaran dari Malaysia yang masuk.

sumber:zamrudtv.com

This entry was posted in Peristiwa & Informasi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *