PEKANBARU, RIAU Asap Meluas, Sekolah Diliburkan

“Tingkat penyulutan api di Riau masih tinggi. Cuaca panas dan kering masih terjadi hingga Maret mendatang.”

Slamet Riyadi Analis BMKG Pekanbaru. BENCANA tahunan kebakaran hutan dan lahan di Riau yang menyulut kabut asap tebal terus meluas. Jumlah hutan dan lahan yang terbakar diperkirakan sudah mencapai lebih dari 5.000 hektare.

Pantauan satelit terra aqua Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofi sika, kemarin, mendapati 512 titik api di Sumatra, 368 titik di antaranya berada di Riau. “Tingkat penyulutan api di Riau masih tinggi. Cuaca panas dan kering masih terjadi hingga Maret mendatang,” kata analis BMKG Pekanbaru Slamet Riyadi.
Titik api kebakaran hutan dan lahan di Riau saat ini tersebar di sembilan kabupaten dan kota. Jumlah terbanyak terdapat di Kabupaten Bengkalis dengan 119 titik, Rokan Hilir 58 titik, Kepulauan Meranti 51 titik, Pelalawan 41 titik, Dumai 35 titik, Siak 34 titik, Indragiri Hilir 28 titik, Kemudian Kampar dan Siak masing-masing 1 titik api.

Upaya menyelisik pelaku pembakaran juga terus dilakukan Polda Riau. Sampai kemarin, polisi meringkus sembilan pelaku, seluruhnya warga.

Untuk mengungkap adanya
peran perusahaan perkebunan dalam pembakaran lahan, polisi juga memeriksa 12 saksi.

Ada empat perusahaan yang diduga melakukan pembakaran lahan.

“Kami masih berusaha men
gungkap adanya keterlibatan perusahaan perkebunan,” janji Kabid Humas Polda Riau AKB Guntur Aryo Tejo.

Para pembakar lahan ditangkap Polres Indragiri Hilir, Polresta Pekanbaru, Polres Bengkalis, dan Polres Rokan Hilir. “Semua tersangka sudah ditahan di polres,” lanjut Guntur.

Di Kota Pekanbaru, sesuai pantauan indeks standar pencemaran udara di Jalan Tuanku Tambusai dan Jalan Sudirman, kondisi udara dalam kondisi tidak sehat. Karena itu, dinas pendidikan setempat mengizinkan sekolah
mengambil kebijakan meliburkan siswa mereka.

“SMP Negeri 28 terpaksa meliburkan siswa karena kabut asap sudah memenuhi ruangan kelas,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru Zulfadil.

Di Sumatra, kebakaran lahan juga dilaporkan terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Jambi. Di Kalimantan, peristiwa serupa menimpa wilayah Kalimantan Tengah. “Saya sudah meminta aparat menindak tegas pelaku pembakaran lahan,” ancam Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang. (RK/MR/ YN/SL/SS/Ant/N-2/ Media Indonesia, 18/02/2014)

This entry was posted in Peristiwa & Informasi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *