Kabut Asap Memasuki Sumatra Utara

Pekatnya kabut asap menyebabkan Pemerintah Kota Pekanbaru meliburkan sekolah sampai kondisi pulih. KABUT asap akibat kebakaran hutan di Riau mulai melan da Sumatra Utara (Sumut). Sejak kemarin pagi, kabut asap mulai memenuhi udara Kota Medan. Sejumlah warga menyaksikan kehadiran kabut asap yang masih tipis kiriman dari Riau tersebut. “Namun setelah siang hari, kabut asapnya sudah menghilang,“ kata Zulham, warga Kecamatan Medan Johor, kemarin.

Selain Medan, daerah lainnya yang terkena kabut asap yaitu Mandailing Natal, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Utara. Di tiga wilayah itu, kabut asap sangat jelas terlihat.

Dari penuturan warga, kabut asap di Mandailing Natal sudah terjadi sepekan ini dan telah mengganggu jarak pandang. Saat ini jarak pandang mencapai 1 kilometer. “Tebal sekali kabut asapnya. Anak-anak saya mulai sakit batuk karena menghirup asap,“ ujar Dyah, 35, warga Mandailing Natal.

Kabid Pelayanan Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan Hendra Suwarta mengatakan asap kiriman yang melanda Medan disebabkan angin berhembus dari arah timur ke tenggara. “Jadi asap langsung menuju ke arah Sumut,“ ujarnya, kemarin.

Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat 120 titik api di seluruh Sumatra.
Di Sumut terdapat 21 titik api yang tersebar di Asahan, Karo, Labuhan Baru, Madina, Tapanuli Selatan, dan Samosir. Adapun di Aceh terdapat 17 titik. Namun, asap itu belum mengganggu penerbangan di Bandara Kuala Namu.

Kabut asap juga menyelimuti Kota Jambi. Padahal, kabut asap sempat menghilang selama sepekan, tapi kini mulai muncul lagi. Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jambi, puluhan hektare kebun kelapa sawit di lahan gambut sejak beberapa jari ini terbakar.

Kebun kelapa sawit berusia lima tahunan yang terbakar antara lain di Desa Kota Kandis, Kecamatan Dendang.

Kebakaran juga terjadi di hutan lindung taman hutan rakyat di Kecamatan Kumpehilir, Kabupaten Muarojambi. Kebakaran hebat di lahan gambut itu masih berlangsung hingga kemarin malam.

Puluhan personel Tim Manggala Agni Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Muarojambi telah dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api, tetapi menemui kesulitan.
Pasalnya, petugas kesulitan menemukan sumber air dan medan yang cukup sulit.
Sekolah libur Sementara itu, di Pekanbaru, Riau, pemerintah kota setempat mengambil kebijakan meliburkan sekolah menyusul dampak bencana kabut asap yang semakin memburuk dan berdampak pada kesehatan.

Libur sekolah mulai diberlakukan sejak kemarin hingga batas waktu yang tidak ditetapkan.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi menjelaskan siswa mulai pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga SD diliburkan, baik negeri maupun swasta. Para siswa diizinkan masuk sekolah apabila kondisi udara kembali normal.

“Kalau untuk SD yang diliburkan mulai kelas satu sampai dengan kelas tiga,“ kata Ayat Cahyadi di Pekanbaru, kemarin.

Pantauan indeks standar pencemaran udara (ISPU) Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru menunjukkan kualitas udara sudah tidak sehat.

“Aktivitas belajar akan normal kembali jika kondisi udara sudah membaik. Kondisi udara akan kita pantau terus setiap hari,“ imbuhnya.

Sebelumnya, dua pemerintah kabupaten, yaitu Siak dan Pelalawan, juga telah meliburkan siswa mereka akibat bencana kabut asap kebakaran hutan dan lahan. (SL/RK/N-3 / Media INdonesia, 19/02/2014)

This entry was posted in Peristiwa & Informasi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *