PEKANBARU, RIAU Terhadang Asap, Libur Diperpanjang

KABUT asap di Riau makin tidak terken dali. Aktivitas warga dan penerbangan terus terganggu.
Kemarin, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru terpaksa memperpanjang masa libur siswa PAUD, TK, dan SD. Sebelumnya, dinas meliburkan mereka mulai Senin (17/2) hingga kemarin.

“Untuk menghindari korban, siswa kembali bisa mengikuti aktivitas belajar mengajar pada Kamis (20/2) jika kondisinya membaik.
Dengan kualitas udara seperti saat ini, sangat membahayakan anak-anak karena rentan terserang infeksi saluran pernapasan, asma, juga berbahaya bagi penderita pneumonia dan jantung,“ papar Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Prof Zulfadil.

Berita sebelumnya PEKANBARU, RIAU Asap Meluas, Sekolah Diliburkan

Kemarin, hasil pantauan Satelit Terra dan Aqua mendeteksi adanya 256 titik panas di Riau, meningkat dari hari sebelumnya sebanyak 126 lokasi. Total di Sumatra ada 281 titik api.

Akibat asap, Otoritas Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru juga harus menunda kedatangan tujuh pesawat karena jarak pandang pada pagi hari kurang dari 500 meter.

“Tiga pesawat rute internasional dan empat rute dalam negeri tidak bisa mendarat. Pendaratan dan penerbangan kembali pesawat baru bisa dilakukan setelah jarak pandang bertambah pada siang hari,“ papar Ibnu Hasan, petugas bandara.

Titik panas di Riau selama Februari total mencapai 3.469 lokasi. “Jumlah tersebut bukan akumulasi, melainkan kalkulasi harian sepanjang Februari,“ kata analis BMKG Stasiun Pekanbaru Slamet Riyadi.

Satelit Terra dan Aqua mendeteksi titik panas dua kali dalam sehari. Untuk pagi, pada 1-18 Februari terdapat 2.396 titik api, sedangkan sore hari mencapai 1.073 titik.

Titik panas di seluruh Sumatra didominasi kawasan Riau daratan. “Satelit pernah mendeteksi penurunan titik panas hanya mencapai lima lokasi pada 9 Februari. Namun, sehari kemudian jumlahnya kembali bertambah,“ tandas Slamet. (RK/Ant/N-2/ Media Indonesia, 20/02/2014)

This entry was posted in Peristiwa & Informasi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *