Tiga Pekan Api Harus Padam

Kapolri Jenderal Sutarman menegaskan sudah 60 pembakar lahan di Riau ditangkap, satu di antaranya dari korporasi.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegur sejumlah perusahaan perkebunan dan kehutanan di Riau terkait bencana kebakaran hutan dan lahan. Presiden memberi tenggat selama tiga minggu kepada seluruh perusahaan kehutanan dan perkebunan untuk memulihkan kondisi Riau dari bencana kabut asap.

“Saya tidak mau kejadian seperti ini terus terulang dari tahun ke tahun. Sekarang ada waktu tiga minggu untuk memadamkan. Sudah banyak warga tidak berdosa menjadi korban orang tidak bertanggung jawab. Besok (Minggu,16/3), saya akan kumpulkan seluruh pemimpin perusahaan di sini,“ kata Presiden di depan puluhan perwakilan perusahaan dan petugas pemadam kebakaran di Lanud Roesmin Nurjadin, kemarin.

Presiden menyampaikan itu setelah melakukan rapat tertutup dengan Gubernur Riau Annas Maamun, Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif, dan Kepala Satgas Penanggulangan Bencana Asap Riau Brigjen Prihadi Agus Irianto.

Kepala Negara juga melarang seluruh perusahaan perkebunan dan kehutanan membuka hutan dan lahan dengan cara membakar. “Jangan ada lagi cara-cara membakar untuk membuka lahan. Yang penting tiga minggu ini kita selesaikan semua,“ tegas SBY.

Presiden pun memutuskan menginap di Pekanbaru untuk melihat kondisi Riau terkini. “Saat ini saya belum bisa mengeluarkan keputusan. Besok lusa saya berikan keputusan penting.
Di masa mendatang kita harus menyusun cara-cara supaya tidak ada lagi kebakaran,“ ungkapnya.

Seusai memberikan arahan, Yudhoyono bersama rombongan menuju lokasi kebakaran hutan dan lahan di Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, di jalan lintas Riau-Sumatra Barat.

Dalam menanggapi arahan SBY, Presiden Direktur PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Kusnan Rahmin menyatakan pihaknya siap membantu pemerintah menanggulangi bencana asap. PT RAPP akan menurunkan tim pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang berjumlah 875 personel, termasuk 400 orang dari Masyarakat Peduli Api dari 23 estat, 130 staf operasional, 200 pompa, 30 peralatan berat, dan 3 helikopter.

TNI ikut mengerahkan satu brigade yang terdiri dari pasukan TNI-AD dan Paskhas TNI-AU. Panglima TNI Jenderal Moeldoko pun ikut mengawasi 825 personel TNI yang sudah diterjunkan ke Riau. Sisanya, 1.000 personel, baru akan dikirim pada hari berikutnya.

Saat menuju Pekanbaru, pesawat yang membawa rombongan Presiden kesulitan mendarat di Bandara Sultan Sayrif Kasim II karena jarak pandang hanya 700 meter dan hujan deras. Rombongan Presiden mendarat di Batam sebelum menuju Pekanbaru. Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru disambut sukacita warga. Pasalnya sudah dua bulan lebih di kota itu tidak turun hujan.

60 tersangka Kapolri Jenderal Sutarman menjelaskan polisi Riau telah menangkap total 60 tersangka pelaku pembakaran lahan dan hutan. Dari 60 orang itu, satu di antaranya dari perusahaan sagu PT Nasional Sagu Prima (NSP) yang beroperasi di Kabupaten Kepulauan Meranti. “Untuk penegakan hukum kita tidak pandang bulu. Saat ini sudah 60 tersangka ditangkap,“ kata Kapolri yang didampingi Panglima TNI Jenderal Moeldoko.

Kabut asap juga masih menyelimuti Kota Padang, Sumbar, dan Bengkulu.
Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, yang melayani penerbangan Bengkulu-Jakarta dan Pulau Batam sempat tutup selama 6 jam pada pukul 06.00-12.00 WIB akibat kabut asap. Jarak pandang hanya 400 meter.
Tiga maskapai, Garuda Indonesia, Citilink, dan Lion Air, membatalkan penerbangan. Pesawat dari Batam dan Jakarta juga tertunda masuk ke Bengkulu. (MY/N-3/ Media Indonesia, 16/03/2014)

This entry was posted in Peristiwa & Informasi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *