Udara di Riau Mulai Membaik

Berbagai upaya untuk menormalkan kembali kualitas udara di Riau terus dilakukan tim terpadu.
SATUAN Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kabut Asap menyatakan tiga alat pengukur indeks standar pencemaran udara (ISPU) menyatakan kualitas udara di Provinsi Riau mulai membaik atau sehat untuk dikonsumsi manusia.
Tiga alat ISPU tersebut, menurut laporan kemarin, terpasang di wilayah Kandis, Kabupaten Siak, di Petapahan, Kabupaten Kampar, serta di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru.

Tiga wilayah itu merupakan lokasi operasional PT Chevron Pasific Indonesia (CPI). Untuk Kandis, alat ISPU menunjukkan angka 21 polutan standar indeks (psi), sedangkan di Petapahan 33 psi dan di Rumbai berada di angka 34 psi.

Sesuai dengan Keputusan Kementerian Lingkungan Hidup, jika alat ISPU menunjukkan angka di bawah 50 psi, kualitas udara dinyatakan laik konsumsi atau kategori baik (good).
Lalu, enam alat ISPU lainnya yang terpasang di Kecamatan Siak Sri Indrapura dan Minas, Kabupaten Siak, berada di angka 60 hingga 61 psi yang artinya sedang (moderate).
Kemudian dua alat ISPU yang terpasang di Kota Duri, Kabupaten Bengkalis, berkisar pada angka 9294 psi juga masuk kategori sedang.

Sementara itu, alat ISPU yang berada di Kota Dumai menunjukkan angka 99 psi dan di Libo, Kecamatan Mandau, Bengkalis, juga masuk kategori sedang dengan 71 psi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Said Saqlul Amri, menyatakan sampai saat ini berbagai upaya untuk menormalkan kembali kualitas udara di Riau terus dilakukan tim terpadu penanggulangan bencana kabut asap.

Saat ini, menurut informasi, telah dibentuk tiga satuan tugas, meliputi upaya pemadaman titik kebakaran lahan, penegakan hukum, dan penyelamatan kesehatan masyarakat yang terkena dampak bencana asap. Bom air Pada bagian lain, satuan tugas udara penanggulangan bencana kabut asap selama tiga pekan Maret telah menjatuhkan 6,9 juta liter bom air (water bomb) untuk memadamkan kebakaran lahan di Provinsi Riau.

Hingga kemarin, data satgas menyebutkan sekitar 3,9 juta liter water bomb dilakukan pesawat Sikorsky yang didatangkan sejak 4 Maret dan terus beroperasi hingga 22 Maret lalu.

Fokus upaya pengeboman air oleh pesawat itu ialah sejumlah daerah terparah dilanda kebakaran lahan seperti kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, sebagian Siak, dan Kota Dumai.
Sementara itu, untuk pesawat Bolcow, sepanjang Maret, telah menjatuhkan bom air dengan total mencapai 143,5 ribu liter untuk wilayah Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir. Totalnya, menurut satgas, yakni sebanyak 287 sorti dengan kapasitas 500 liter per sorti.

Kemudian ada juga pesawat Kamov berkapasitas 4.000 liter per sorti telah melakukan water bombing sebanyak 681 kali dengan total air yang telah dijatuhkan mencapai 2,72 juta liter.
Di Kalimantan Tengah, memasuki musim kemarau yang ditandai kebakaran hutan dan lahan, pemerintah provinsi setempat bakal mengambil langkah tegas dengan mengancam tidak akan memberikan layanan perizinan bagi perusahaan yang membakar lahan.

“Tegas saya tegaskan, kalau ada perusahaan yang ketahuan membuka lahan (land clearing) dengan membakar lahan, saya akan menutup pelayanan perizinan kepada perusahaan tersebut. Selain itu, namanama pemegang saham perusahaan ini akan kita masukan daftar hitam (blacklist),“ ungkap Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang, kemarin.
Selain menutup akses pelayanan, kata Gubernur, pihaknya juga telah menginstruksikan kepada 14 bupati dan wali kota se-Kalimantan Tengah agar melakukan hal yang sama mengingat kebakaran hutan yang terjadi setiap tahun itu berdampak sangat luar biasa. (RK/SS/Ant/N-1/MEDIA INDONESIA, 24/03/2014,HAL:12)

This entry was posted in Peristiwa & Informasi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *