Riau Bentuk Tim Khusus Proyek Tol Sumatera

Pemprov Riau membentuk sebuah tim khusus untuk proyek tol sumatera. Tim khusus ini ditugaskan untuk mempercepat realisasi proyek jalan tol Sumatera yang melintasi provinsi Riau.

Asisten II Setdaprov Riau, Emrizal Pakis pada Rakor Tindak Lanjut Pertemuan Gubernur se-Sumatera dalam Percepatan Jalan Tol Sumatera, di Pekanbaru, Selasa (17/12), menyebutkan, tim khusus ini nantinya akan membantu kerja pemerintah pusat di Kementerian Pekerjaan Umum.

Tim khusus bentukan pemprov Riau ini diisi dari Dinas Kehutanan, Dinas PU, dan Dinas Perkebunan Riau.

Sampai saat ini, proses pembangunan proyek jalan tol Sumatera di Riau sudah memasuki tahap pembebasan lahan. Saat ini, pemprov Riau sudah melakukan pembebasan lahan sepanjang 7 km dari 17 km yang ditargetkan.

“Sampai sekarang baru sekitar tujuh kilometer yang berhasil dibebaskan, dan harapannya pada bulan ini bisa tambah 10 kilometer lagi,” kata Emrizal.

Panjang jalan tol Sumatera yang melalui Provinsi Riau akan mencapai 124,75 kilometer dengan lebar jalan 2 x 10,5 meter. Jalan tersebut akan melalui Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai.

Dari sepanjang itu, hampir 60 persen rute jalan tol di Riau berada di kawasan hutan dengan status Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk perkebunan akasia, Hutan Produksi Terbatas (HPT), bahkan ada juga berstatus Hak Guna Usaha (HGU) untuk perusahaan kelapa sawit.

Proyek Tol Sumatera Bakal Telan Biaya Rp196 Triliun
Jalan tol (High Grade Highway/HGH) Sumatera direncanakan bakal menyusuri pantai Timur Sumatera dengan perkiraan panjang 2.017 kilometer. Jalan tol ini menghubungkan delapan kota besar dari Provinsi Lampung hingga Aceh, delapan Bandara Pengumpul, dan enam pelabuhan internasional.

Untuk membangun jalan tol sepanjang 2000 kilometer itu dibutuhkan biaya sebesar Rp136,8 triliun. Biaya itu mencakup pembebasan lahan dengan lebar jalan 60 meter sebesar Rp9 triliun, dan biaya konstruksi Rp77,8 triliun.

Untuk Provinsi Riau, jalan tol Sumatera mencapai 124,75 kilometer dengan lebar jalan 2 x 10,5 meter. Jalan tersebut akan melalui Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai.

Jalan tol juga didukung oleh “feeder” sepanjang 720 kilometer (Sibolga-Tebing Tinggi, Padang-Pekanbaru dan Bengkulu-Palembang) dengan estimasi biaya pengadaan lahan Rp8 triliun, biaya konstruksi Rp51,8 triliun dan biaya investasi Rp60 triliun.

Rencana jangka panjangnya, tol Sumatera bakal terkoneksi dengan Jembatan Selat Sunda dan jalan Tol Trans Jawa serta merupakan bagian dari ASEAN Asian Highways.

Sumber Zamrudtv.com

This entry was posted in Transportasi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *