Nasib Bandara Pinang Kampai Dumai Ditentukan di Jakarta

Nasib Bandara Pinang Kampai Dumai akan ditentukan akhir Desember di Jakarta. Pemerintah Kota Dumai da PT Pertamina dijadwalkan akan bertemu guna menindaklanjuti berakhirnya kesepakatan pengelolaan oleh pihak Dinas Perhubungan Dumai.
“Akhir Desember ini akan ditentukan kesepakatan soal pengelolaan Bandara Pinang Kampai itu Pemko Dumai dengan PT Pertamina Pusat,” ujar GM PT Pertamina RU II Dumai Nyoman Sukadana, Sabtu (21/12).

Pertengahan November lalu juga digelar rapat pengelolaan asset Pertamina di Kantor Pertamina RU II Dumai. Hadir Wali Kota Dumai H Khairul Anwar, Vice President Asset Management PT Pertamina Gatot Laksono, GM Pertamina RU II Dumai beserta jajarang.

Hanya saja belum dicapai kesepakatan dalam pertemuan itu. “Rapat pembahasan aset sudah sering dilakukan namun hasilnya belum ada,” ujar Wali Kota.

Setahun berjalan, 31 Desember 2013 ini MoU antara pihak PT Pertamina dengan Pemerintah Kota Dumai perihal pengelolaan Bandara Pinang Kampai berakhir.
Pengelolaan Bandara Pinang Kampai hanya sebatas pinjam pakai yang diatur dalam MoU antara PT Pertamina melalui Dinas Perhubungan Dumai. Meskipun asset tersebut dikelola Pemko Dumai, namun statusnya masih milik BUMN PT Pertamina RU II.

Sebelum dilakukan pembicaraan soal tindaklanjut MoU, sejak 17 Desember lalu, pihak Dishub selaku pengelola menghentikan operasional bandara itu. Penyebabnya, bandara belum mendapatkan sertifikasi dan bermasalahnya fasilitas bandara. Dan Pemko juga harus menanggung beban pajak bumi dan bangunan (PBB).

Penerbangan pesawat Pelita Air dan Sky Aviation pun tidak bisa lagi menggunakan bandara tersebut. Pelita Air yang merupakan pesawat cateran PT Pertamina dan PT CPI terpaksa beralih ke Bandara Sutan Syarif Kasim II, Pekanbaru.
“Jika hingga 31 Desember 2013 tidak ada keputusan dari Pertamina maka seluruh personel Dishub yang bertugas di bandara akan ditarik,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Dumai Taufik Ibrahim.

Sumber Media Cetak : Riau Pos, 23 Desember 2013, halaman 42

This entry was posted in Transportasi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *